Thanks, Luha…tsyuu!!!

Title:

Thanks, Luha…. tsyuu!!!

 pftt 

Author:

Brilliant Givya ( KAILLIANT )

 

Genre:

Friendship

Length:

Drabble

 

Rating:

PG 11 ^^

 

Casts:

EXO K Oh Sehun as Oh Sehun

EXO M Xi Luhan Xi Luhan

Lili (OC)

 

Disclaimer:

Plot is mine. Do not take the picture or plot without my permission and full credit.

 

Bril’s note : Ada yang suka Sehun? Ada yang suka Luhan? Ada yang suka ikan? Bril nggak mau ada silent reader di sini, hargain jerih payah Bril yaa! ^^b (SORRY FOR THE SUPER UGLY POSTER, I MADE IT INSTANTLY -..-v)

 

 

-Thanks, Luhannie!-

© KAILLIANT

Click to play : You and I sung by Super Junior

Sudah malam, lagipula jam tangan di pergelangan tangan Sehun telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Ia ingin cepat-cepat pulang, pasti terlihat tidak wajar jika anak berusia sebelas tahun sedang duduk sendirian di depan Taman Hyanggi selarut ini. Menunggu.

Kemana Lili? Tidak menepati janjinya? Sehun bertanya-tanya dalam hati. Padahal ia sudah yakin melihat Lili mengangguk seusai sekolah tadi, saat ia mengajaknya untuk jalan-jalan. Sayangnya Lili tidak datang…

Sudah lama Sehun menyimpan perasaannya pada Lili. Padahal ada Park Yejin, si juara lomba tari ballet yang mengejarnya, si imut Sulli yang yang suka membuntutinya kemana-mana, bahkan murid blasteran Korea-Amerika Tiffany juga pernah mengutarakan rasa suka padanya, anehnya Sehun malah menginginkan Lili.

Lili tidak setinggi Yejin, seimut Sulli, ataupun secantik Tiffany. Kulitnya juga tidak sebagus kulit putih susu milik Sehun. Dia suka bermain bola bisbol dengan anak lelaki. Lebih memilih membawa bekal daripada menghamburkan uang di kantin, juga tidak memiliki rumah sebagus miliknya.

Apa karena Lili memang berbeda, ya, sehingga sulit sekali mendapatkan perhatiannya?

Oh Sehun menunduk lemas. Dengan segenggam batang cokelat yang rencananya diberikan ke Lili, ia menyusuri jalan ke rumah, pulang. Padahal ia ingin mengajak Lili naik ferris wheel (bianglala), pasti tempatnya sudah tutup…

“Sehunnie!!”

Sehun menoleh saat namanya disebut, lalu membalas sapaan sahabatnya dengan senyum lemah, “hai, Luhan.”

“Bagaimana jalan-jalanmu dengan Lili?” tanya Luhan, kemudian anak lelaki yang sedikit lebih tinggi dari Sehun itu menoleh kesana-ke mari, “mana Lili? Dia sudah pulang?”

Anak lelaki bermarga Oh itu tidak bisa menjawab. Ia menghela napas dan berjalan pulang. Hal itu membuat Luhan tahu apa yang sedang terjadi. Pasti Sehun kecewa karena Lili tidak datang. Pantas cokelat batangan yang kata Sehun untuk Lili masih ada di genggamannya.

Luhan mengejar Sehun, lalu menyampirkan lengannya di pundak Sehun dengan akrab setelah menyejajarkan langkah.

“Hei, jangan bersedih.”

Sehun hanya mengangguk.

“Sayang sekali kalau cokelatnya tidak dimakan. Ayo dibuka saja!” tanpa persetujuan Sehun, Luhan merebut cokelat itu sekenaknya. Sedangkan Sehun hanya bisa mengalah, Luhan memang selalu seperti itu. Bahkan saat pelajaran mewarnai, Luhan pernah merebut crayon hijau yang sedang digunakan Sehun untuk mewarnai gambar pintu rumah. Alhasil Sehun menangis dan guru Kwon mengomelinya.

“Ini bagianmu, Hunnie!”Luhan memberi Sehun setengah bagian cokelat, “hei, jangan murung lagi, dong!”

Sayangnya Sehun tetap bersedih. Luhan berusaha mencari ide untuk mengembalikan senyum sahabatnya itu, dan beberapa detik kemudian ia tersenyum cemerlang.

“Lihat!!! Kebetulan ferris wheel nya masih buka! Ayo kita ke sana!”

“Uh, benarkah?!” Sehun mendongak. Benar, wahana bermain berbentuk roda yang terus berputar itu masih menyala terang dari kejauhan. Lampunya berkelap-kelip indah.

“Kita naik yang lampunya berwarna hijau itu, yuk! Kita habiskan cokelatnya di sana!.”

Mendengar itu, senyum Sehun pun akhirnya merekah. Luhan bersorak di dalam hatinya. Ia tahu Sehun ingin mencoba wahana ferris wheel yang baru dibuka itu, karena saat dirinya dititipkan di rumah Sehun oleh orang tuanya dua hari lalu, ia sempat mendengar Sehun berdoa sambil menghadap langit: Sehun ingin naik ferris wheel dengan sambil makan cokelat.

“Um-hum! Kajja!”

Sehun balas menyampirkan lengan di pundak Luhan. Kedua bocah mungil itu berjalan dengan riang, menyusuri jalan ramai dengan orang dewasa yang jauh lebih tinggi dari mereka. Tetapi hal ini yang paling disuka, karena mereka bisa menerobos di antara kaki-kaki jenjang itu. Sesekali mereka berpegangan di tiang lampu pinggir jalan, saat orang-orang tak bertanggung jawab menyenggol tubuh mungil mereka.

Sehun memang gagal bertemu Lili. Mungkin malam ini Sehun tidak akan tertawa senang kalau Xi Luhan tidak datang. However, a friend is better than anything.

“Cokelatnya kelihatan lezat, ya?”

“Yup! Sehunnie, apa rumahku akan kelihatan dari dalam sana?”

“Ada kacang almondnya…”

“Hmmm…. Pasti rumahku kelihatan!”

“Lu, cokelatnya kumakan sedikit, ya? Habis aku lapar sih, menunggu sejak sore tadi!”

“Tidak apa-apa! Ambil juga bagianku kalau kau mau.”

“Whoaaa, banyak sekali! Terima kasih, Lu… hatsyu!!!”

“Yak, kau pasti kena flu! Nih, ambil jaketku. Aku tidak butuh jaket karena aku suka udara dingin.”

“Uuuh, hangatnya! Terima kasih, Luha…. tsyuu!!!”

Kkeut~

 

Maaf kependekan, namanya aja drabble ^^

BY THE WAY, THIS IS BRIL’S FIRST HUN-HAN FF!!!!!111111

Need your review and critic pleaseuuu >0<)9

Advertisements

34 thoughts on “Thanks, Luha…tsyuu!!!

  1. Walaupun titelnya ff HunHan, tapi lebih kerasa brotherhood. Seru deh nyimak cara Luhan ngebujuk Sehun. Ceritanya ringan, terus aku jadi ketagihan .__. lain kali, kalo bikin yang kayak gini dipanjangin ya? Gomawo ^^

    Semoga sukses di bidang penulisan fanfic!

  2. Annyeong…
    Saya reader baru ff kamu^^
    ntar aku baca ff kamu yang lain yah^^
    untuk ff ini… Kasih jempol 10 deh#jempol yang lain minjem dari member exo
    HunHannya sweet banget >__<

    1. haai reader baru /tebar kembang/
      jangan lupa tinggalin komentar ya, karena komentar pembaca adalah satu-satunya semangat bril untuk nulis 🙂
      thanks yaaa ^^b

  3. Annyeong thor…
    Saya reader baru ff kamu^^
    ntar aku baca ff kamu yang lain yah^^
    untuk ff ini… Kasih jempol 10 deh#jempol yang lain minjem dari member exo
    HunHannya sweet banget >__<

  4. waaa! manisnya xD
    doanya sehun lucu banget, ya. polos banget. pingin naik bianglala sambil makan coklat. astaga sehuuun! dan luhan! oooh! emg bener chingu! teman itu lebih berharga daripada apapun. punya banyak emas batangan tp gak punya teman ya sama aja bohong <– malah ceramah (?)

    kereeeen! ^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s