Long… long… time ago ( Project duet Kailliant x _Luxicity )

Tittle :

“Long… Long… time ago…“

(Full Version of “Be My First?”)

kailliant

 

Author :

Brilliant Givya (@KAILLIANT)

Casts *new :

–          EXO-K Oh Sehun as Oh Sehun

–          IU as Park Nana

Other casts :

–          A Pink Eunji as Jang Eunri

Genre :

Unreasonable fluff

Rating :

PG 15

Disclaimer         :

Plot is mine. Do not take picture or plot without permission and credit

WARNING : 100% DRAMA

 

© KAILLIANT

<><><> 

Long… long… time ago…

Park Nana adalah satu dari sekian orang yang mengagumi Oh Sehun. Nana suka kulit putih susu milik Sehun, bunyi ‘ckit’ yang ditimbulkan oleh sepatunya setiap melewati lorong sekolah, surai rambutnya yang berantakan, juga wajah juteknya yang lucu.

Long… long… time ago…

Nana merelakan uang sakunya selama seminggu terpotong habis untuk mengganti gelas yang dipecahkannya di kantin. Semua orang benci pada suara gelas pecah yang memekakkan telinga itu, tapi bagi Nana tidak, karena suara itu menjadi musik pengiring saat sosok Sehun pertama kali muncul di depan matanya. Dan membuatnya jatuh cinta.

Long… Long… time ago…

Tidak ada hobi membeli kue beras lagi, kini membuntuti Sehun sepulang sekolah adalah hobi barunya. Ia tidak tahu bahkan tidak mau tahu apa pendapat orang jika ia terang-terangan menunjukkan perasaannya pada Sehun. Mungkin ia tidak terbiasa menyembunyikan rahasia, lagipula ia tidak punya pengalaman dalam urusan ‘jatuh cinta’.

Sikap Sehun padanya? Oh, jangan tanya lagi. Sehun terganggu. Ia sering mendengus saat Nana muncul, kabur saat Nana menyapa Sehun, bahkan tak jarang lelaki yang disukainya itu hanya tertawa saat Nana tergelincir atau tersandung di tengah jalan. Nana tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi sikap Sehun padanya. Satu yang pasti, ia tidak bisa berpaling dari sosok itu.

Long… Long… time ago…

Sehun menghianati prediksinya. Ia kira Sehun seperti siswa popular yang lainnya, sok buta tentang cinta. Tapi nyatanya mata Sehun malah terbuka lebar untuk urusan itu.

Sehun juga pernah jatuh cinta, dengan Jang Eunri sebagai objeknya. Tidak ada yang salah, karena daripada Nana, Jang Eunri memiliki wajah yang jauh lebih menarik bagi Sehun. Nana yang salah, ia tidak bisa merelakan perasaannya pada Sehun. Lagipula siapa dirinya bagi Sehun?

Pikiran itu berawal dari suatu siang yang terik, Jang Eunri menyenggolnya, menumpahkan minumannya di atas rok Eunri. Lalu Sehun mengucapkan, “minta maaflah. Kau yang menyebabkan roknya kotor, Nana-ssi”.

Nana kecewa pada Sehun. Padahal ia tidak bersalah, Jang Eunri yang membuatnya terlihat bersalah.

Sayangnya rasa kecewa pada Sehun itu seperti handphone bajakan China, tidak tahan lama. Toh pada akhirnya, ia kembali membuntuti Sehun ke rumahnya, membawakan cheese cake lagi , dan menghiburnya lagi…

Long… Long… time ago…

Nana sering bermimpi, bagaimana rasanya berada di bawah payung dengan seorang Oh Sehun? Menyenangkan? Mendebarkan? Atau…

Ia tidak sempat berpikir lebih jauh. Eunri datang saat mimpinya hampir terwujud.

Nana ingin berjalan di bawah payung hijau pastelnya dengan Sehun, tapi… tunggu, bukankah Sehun mencintai Jang Eunri?

Diujung perdebatan dengan hatinya, ia rela menyodorkan payungnya pada Sehun dan Jang Eunri. Mengizinkan mereka berdua merasakan bagaimana rasanya berdua di bawah payung, membiarkan imajinasinya pergi bersama air hujan…

… ke dasar tanah.

Gwaenchana, yang penting Sehun bahagia.

Long… long… time ago…

Ia memutuskan untuk menyerah. Mungkin cinta pertamanya memang ditakdirkan untuk berakhir tragis.

Lagipula Sehun tampak serasi dengan Eunri. Mereka sama-sama menarik, pintar, dan sosok mereka juga bercahaya, seperti adegan F4 memasuki pintu masuk sekolah. Yah itu cukup lucu, mungkin juga Nana ditakdirkan hanya sebagai pemeran figuran dalam kisah cinta keduanya.

Long… Long… time ago…

Nana mencurahkan seluruh amarahnya pada bola pantul oranye di tangannya. Seluruh orang di dunia tahu kalau permainan basketnya sangat menjijikkan, tapi ia bertekad, saat bola ditangannya itu berhasil memasuki ring, rasa cintanya pada Sehun harus sudah pergi.

Sayangnya…

…ia gagal melepas perasaannya pada Sehun, bukan karena ia tidak bisa memasukkan bola basket ke dalam ring, tapi karena Sehun yang tiba-tiba sudah muncul di depannya.

Sehun menatapnya, meminta maaf, memberi sekaleng minuman hangat, dan tersenyum padanya. Ia bahkan hampir mati berdiri saat Sehun bilang, “Meskipun bukan pandangan pertama, aku menyukaimu, Park Nana.”

Sudah berapa hari saat Nana membuntuti Sehun ke rumahnya dan menyatakan rasa sukanya? Akhirnya Sehun membalas perasaanya. Ia tidak tahu Sehun sedang berbohong atau tidak. Yang jelas pipinya merona saat Sehun merapikan rambut di puncak kepalanya dan mendengar sorakan riuh di gedung olahraga.

Long… Long… time ago…

Sehun pembohong. Ia tidak menyukai Nana, ia masih menyukai Jang Eunri. Nana menemukan mereka berpelukan di ujung koridor. Hatinya seperti diiris tipis-tipis. Padahal Ia terlanjur mengira Sehun menyukainya. Tangisnya bahkan semakin deras saat Sehun dan Eunri tergagap setelah melihat sosoknya.

Harusnya semua masih berjalan normal kalau ia tidak melewati koridor sepi itu! Biar saja Sehun dan Eunri berpelukan, asalkan ia tidak tahu dan tidak melihat. Daripada hatinya berakhir sesakit ini?

Long… Long… time ago…

Tubuh Nana terbaring lemah di atas ranjang di dalam ruang 33, kaki kirinya diperban dan bau antiseptic di mana-mana.

Disentuhnya mawar putih yang tergeletak di ujung meja. Dari Oh Sehun. Rasanya ia ingin menghambur untuk memeluk bunga favoritnya itu, kalau saja kakinya tidak sedang sakit karena ditubruk mobil beberapa hari yang lalu, setelah menyaksikan adegan Sehun dan Eunri yang cukup dramatis.

Tidak bisa membenci Sehun, kenapa Nana jadi sebodoh ini?

Long… long… time ago…

Pintu kamar 33 berderit halus, ada Jang Eunri diambang pintu. Nana menahan diri untuk tidak berteriak dan mengusir Eunri untuk pergi jauh-jauh, meski ia terlanjur sakit hati.

Tiba-tiba Oh Sehun juga muncul di ambang pintu, berkoar-koar tentang Nana yang salah paham, dan Nana menyukainya. Ia tidak pernah melihat Sehun secerewet itu.

Nana salah lagi. Sehun bukan pembohong. Pelukan Sehun pada Eunri hanya sebatas teman yang berbela sungkawa pada kematian ayah temannya, tidak lebih. Ia senang saat Sehun bilang ia hanya menyayangi dirinya.

Setelah itu Eunri membisikkan sesuatu sebelum keluar untuk mengizinkannya berdua dengan Sehun,

Percayalah Nana, Sehun sangat mencintaimu. Aku tidak akan bisa menang darimu.” kemudian Eunri pergi.

Sudah kubilang, aku hanya menyayangimu. Jadi jangan salah paham lagi, Nana-ah…

“…mianhe” kata-kata terakhir yang meluncur dari bibir Sehun, sebelum ibu jarinya mengelus pipi Nana dan bibirnya mencium gadisnya dengan lembut. Mereka berdua merasa bersayap, terbang ke padang bunga dandelion yang jauh lebih bagus dari kamar rumah sakit itu.

PROLOG

Matahari yang sedang berjalan pelan ke asalnya itu bersinar bangga, membagi-bagikan cahaya berwarna jingga yang menjadi teman kami duduk di bangku pantai sore ini.

Aku melirik bahu kananku, ada Nana di sana. Aku suka rambut putihnya yang tertiup angin, cara tangan keriputnya menggenggam tanganku, dan mata jenakanya saat melihatku. Meskipun mataku merabun, tulangku keropos, dan rambutku memutih, rasa cintaku tidak akan menguap sedikitpun.

Ingin kuminta waktu yang lebih lama pada Tuhan, lalu bercerita pada seluruh manusia bahwa kisahku tidak kalah menarik dari dongeng yang berawalan dengan “Long… Long… time ago…”.

“Apa itu kisah nyata kakek?”

Aku mengangguk kepada bocah kecil itu, “ya, kakek dan nenek.”

Bibirku berbisik sebelum menyentuh keningnya.

Kkeut~

AUOOO

ZUVEVEH! Ini bukan Bril!!! :”D

Adegan Sehun sama Eunri pelukan, Nana salah paham, ciuman di rumah sakit, bahasa berlebihan… Ya Tuhan fanfic apaan ini, drama badai dahhh

Ini gara-gara abis liat foto Sehun buat The Face shop > unyu kan xP

kailliant

Nggak tau mau komen apa lagi sama fanfic ini… asdfghjkl 😀 So, barbel melayang, kritik, dan saran SANGAT Bril butuhkan, agar lebih baik ke depannya 🙂

Oh ya satu lagi, bril kepingin nih duet nulis sama kalian.. ada yang berminat?

Advertisements

29 thoughts on “Long… long… time ago ( Project duet Kailliant x _Luxicity )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s