4 Episodes of Prom (1 of 3)

4 episodes of prom

4 Episodes of Prom (1 of 3)

Author : Kailliant | Casts : Choi Sulli, Lime, Do Kyungsoo, Kang Minhyuk | Genre : Romance, Life learning, friendship

© KAILLIANT

 

Sulli

Ada yang aneh dengan Sulli pagi ini.

Ia bangun jam tujuh pagi. Terbangun dengan keadaan resah.

Bagi Sulli, bangun pukul tujuh pagi di Hari Minggu sangat bukan Sulli. Harusnya ia bangun dua jam lagi, seperti minggu-minggu sebelumnya…

Sial. Ini semua gara-gara benda berwarna silver di atas meja belajar, sebuah undangan prom night tahunan Hannyoung. Sekarang sudah memasuki bulan Mei, tahun ajaran baru akan dimulai sebentar lagi. Dan, prom night adalah ritual tahunan Hannyoung untuk menyambut berakhirnya tahun ajaran. Pesta tersebut akan digelar beberapa hari lagi dan cerdasnya dia tidak mempersiapkan apapun.

Padahal ia dan Lime, musuh abadinya, bertaruh untuk memperebutkan gelar ‘best dress’. Taruhan yang sangat kekanakan. Sama kekanakannya seperti nama depan Lime− please, itu nama buah! Ia tidak suka nama itu, begitu juga pemiliknya.

Sulli sendiri tidak tahu kenapa selalu tersulut jika ada Lime. Sejak kecil, Lime seperti membencinya, selalu mengerahkan segala cara untuk mengalahkannya dalam hal sekecil apapun. Dari segi manapun, hidup Lime jaaauh lebih bahagia dari pada Sulli. Lime masih punya ayah, punya sahabat yang populer seperti Minhyuk, dan masih banyak lagi.

Saat turun ke dapur untuk mengambil air minum, tiba-tiba adiknya memekik senang di depan televisi. Sebuah program televisi sedang menayangkan beberapa profil remaja yang paling berpengaruh di seluruh negeri.

Whoa-whoa-whoa, Kyungsoo si penerus Oracle ini sangat tampan. Oh-oh sebentar, yang ini lebih tampan. Siapa namanya? Kim… Jong… in…” adiknya masih heboh sendiri di hadapan televisi.

Sulli mengenali wajah Kim Jongin. Sosok itu sama familiernya dengan Do Kyungsoo karena mereka berdua belajar di sekolah yang sama seperti Sulli. Ia mengakui Kim Jongin sangat manis. Seketika keresahannya mengenai prom night teralihkan dengan tayangan tersebut.

Whoa-whoa-whoa, Kim Jongin! kupikir tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan Do Kyungsoo!”

“Bisakah kau menjadi adik yang manis dan kalem sebentar saja? Aku pusing, ini masih pagi, Eun Ji…”

“Tidak bisa, selama Do Kyungsoo dan Kim Jongin ini masih mempesona.”

Sulli menyerah. Dia tidak sepandai ibunya dalam menasehati Eun Ji.

Unni, bolehkan aku ikut ke prom night? Jika aku bertemu bertemu langsung dengan Kim Jongin ini, pasti aku menjerit seperti ini, AAAAAA!!!” Sulli langsung menutup telinganya sambil menertawakan tingkah adiknya yang lucu.

Oh ya, tadi Eun Ji bilang apa?

Prom… night?

Sulli taruhan dengan Lime.

Prom night.

Sulli vs. Lime.

Prom ni– ups!

Sulli harus menyensor kata sakral itu agar tidak kembali resah.

Minhyuk

“Berhentilah menghitung uang, Lime!” Minhyuk mendengus sebelum mengambil sebotol jus jeruk dari lemari es. Beberapa meter darinya, Lime sedang serius menghitung lembaran-lembaran bernominal tanpa menanggapi ucapannya sama sekali. Ingin rasanya Minhyuk melemparinya botol air minum atau apapun itu agar Lime tidak mengacuhkannya seperti ini.

Lagipula, sejak kapan Lime suka menabung?

“Seratus ribu won? Payah…” Lime membanting lembarannya ke atas meja. Uang-uang yang semula ditata rapi pun akhirnya berceceran.

“Wow-wow, ada apa ini? Kau menabung?”

Setahu Minhyuk, Lime memang suka menghitung uang, tapi untuk dibelanjakan. Bukannya ditabung seperti itu. Menabung artinya Lime tidak bisa membeli produk terbaru keluaran Charlie-Hermes, tidak bisa jalan-jalan dengannya, bahkan tidak bisa membeli kosmetik murah The Face Shop. Bencana, begitu Lime sering menyebutnya.

Karena tidak digubris sejak tadi, dengan tidak sabaran Minhyuk menarik leher Lime dari belakang, “yap! Kau sudah selesai menghitung uang, jadi waktunya menonton Catching Fire!”

“Tidak!” dengan tegas Lime menjawab. Ia menunjukkan sebuah kertas berwarna silver tepat di depan mata Minhyuk, undangan prom night Hannyoung. “Aku harus bersiap untuk ini. Sebuah gaun. Dan best dress.

Minhyuk mengambil kertas yang disodorkan sahabatnya dan mulai membaca. Sedetik kemudian bibirnya sudah membentuk bulatan kecil, “oh, prom, ya. Aku bahkan tidak berniatan untuk datang.”

“Eh? Kenapa? Ini tahun terakhir kita!”

Minhyuk mulai memikirkan pertanyaan Lime tersebut. Benar juga, kenapa ia tidak berniatan untuk datang ke prom night? Padahal ia sempat mendengar seseorang menyebut namanya sebagai orang yang berpotensial untuk mendapatkan gelar ‘King of the Night’. Minhyuk senang saat mendengarnya, tetapi tetap tidak tertarik untuk datang. Percuma saja ia datang kalau akhirnya Lime akan memuji Do Kyungsoo terus-terusan seperti biasanya.

Singkatnya… Minhyuk cemburu− hanya sedikit! Catat, sedikit.

“Kenapa, huh?” ulang Lime.

“Karena… sekarang waktu kita untuk nonton Catching Fire!!! Go!”

“Lepaskan! Ajak Sulli saja, dia akan jadi pasangan yang cocok untuk pergi jalan-jalan!”

Ish, sudah kubilang, berhenti menjodohkanku dengan dia!”

Lime

 

Biasanya, Lime bersemangat menyantap Burrito di restoran favoritnya. Ditemani cerita Minhyuk tentang anjing Rottweiler-nya yang galak akan terasa lebih sempurna.

Sayangnya, siang ini Burritonya terasa hambar. Dan cerita-cerita Minhyuk tentang anjing Rottweiler-nya tak lagi menarik.

“Jangan bilang kau masih memikirkan tentang pesta itu.” Minhyuk menyelipkan nada kesal saat Lime memainkan Burritonya dengan malas, “ayolah Lime, hidup bukan hanya tentang prom!”

“Aku tidak memikirkan prom!” jawab Lime, berusaha jujur. Yang dia pikirkan adalah tentang tabungannya yang masih sedikit, tentang bagaimana membeli gaun Hermes dalam waktu enam hari. Juga tentang bagaimana rasanya memakai gaun itu ke prom, siapa tahu Kyungsoo akan terkesima. Siapa tahu.

Hell yeah, itu artinya kau memikirkan prom, Lime! batin Lime.

Lime sadar sikapnya yang malas-malasan ini membuat Minhyuk cukup kesal. Lelaki itu benci jika orang lain tidak mempedulikannya, “hah… oke, aku memang memikirkan prom. Aku… bertaruh dengan Choi Sulli. Siapa yang mendapat gelar best dress, dialah yang boleh memimpin grup vokal untuk lomba beberapa bulan lagi.”

Lime sudah bisa menebak apa reaksi Minhyuk selanjutnya. Lelaki itu tertawa tidak percaya.

Lime dan Sulli. Semua tahu bahwa kedua perempuan tersebut adalah rival sehidup semati. Tuhan menakdirkan mereka untuk memiliki kemampuan di bidang yang sama sejak bangku sekolah dasar. Tak heran jika mereka saling memperebutkan hal yang sebenanya bisa dipakai bersama. Mereka berebut kursi di bus wisata, berebut perhatian guru vokal, puding terakhir di kantin, dan sekarang posisi pemimpin grup vokal.

Minhyuk mencubit kedua telinga Lime sambil menggeram gemas, “dengan Choi Sulli, lagi? Sampai kapan kau bersikap dewasa, huh?”

Kyungsoo

 

Umur Do Kyungsoo sudah delapan belas. Sebuah angka yang bisa membuat kartu penduduk dan lisensi mengemudi ada di telapak tangannya. Tetapi jangankan mengemudi, pada kenyataannya ia tidak pernah sekalipun merasakan rasanya memegang kartu lisensi mengemudi. Setiap kali Kyungsoo protes tentang kebebasannya, ayah selalu menjawab dengan tenang,

“Kau adalah Do Kyungsoo, orang penting yang harus selalu dijaga. Putra tunggal seorang lelaki pemilik saham terbesar Oracle.”

Ya, dia adalah Do Kyungsoo, putra tunggal seorang lelaki kolot.

Ayah melarangnya mengemudi dengan alasan keamanan. Beliau memang cerdas. Ayah juga memperkerjakan empat orang bodyguard yang siap mengantar Kyungsoo ke mana saja. Beliau memang hebat. Ayah memang cerdas dan hebat hingga Kyungsoo ingin menjewer kedua telinga ayah sampai merah.

Uh, itu hanya khayalan dan dia tidak mungkin berani melakukannya.

Ia menyandarkan kepala di atas kedua tangan yang dilipat di bantalan kursi mobil. Sejak tadi si sopir menanyakan ke mana tujuan perjalanan di Minggu pagi ini setiap lima menit sekali. Kyungsoo sendiri tidak tahu mau ke mana. Ia hanya ingin mencari setelan jas yang bagus− dan tentu sederhana− untuk menghadiri prom night sekolah.

Dari awal dia sangat bersemangat dengan acara tersebut.

Karena di sana, keempat bodyguard nya tidak akan berani mengganggu.

Yes! Kyungsoo akan menikmati semua hidangan di pesta. Mungkin ia juga akan mengobrol dengan siswa transfer bernama Tao, karena kabarnya lelaki tersebut atlet wushu- bidang yang ingin Kyungsoo kuasai. Atau ia bisa berkonsultasi dengan Park Chanyeol tentang mesin. Ia akan menunjukkan gerakan salto bersama Zhang Yixing (yang menguasai segala gerakan menari) di tengah pesta juga.

Kyungsoo tersenyum sendiri saat membayangkan itu semua.

Sedang di sebelahnya, di sopir malah tegah bergidik ngeri. “Ja− jadi, tuan muda, anda bilang ingin memberi jas baru untuk dipakai di acara–”

China Town!” seru Kyungsoo.

 

Choi Sulli memandang mantap sebuah mesin jahit hitam yang terlihat tua. Baginya, ini adalah tantangan terbesar selain menahan buang air kecil saat menyanyi di perpisahan sekolah dasar.

Kang Minhyuk melihat penampilannya yang menawan pada cermin yang dua kali lipat lebih besar daripada cermin di kamarnya. Ada seseorang yang berdiri di belakangnya dengan berbagai pakaian tempur.

Lime mengintip dompetnya sebentar, lalu kembali fokus pada sebuah rangkaian kain cantik di balik sebuah kaca. OK Lime, wanna discover something new?

Do Kyungsoo berlari dan baru berhenti saat tubuhnya terasa terbang di udara. Jangan khawatir, ketampanannya tidak jatuh di tengah jalan. Di sini, ia hanya perlu memilih salah satu ruangan untuk bersembunyi dari bodyguardnya.

KKeut~

To be continued

(A Very Long) Note :

Teman-temaaan, aku kangen kaliaaan! Meskipun ngga ada yang inget Bril, tetep aja aku kangen kalian!!! X_X

Bril vakum dari dunia nulis sudah lama banget. Habis, 2013 kemarin adalah tahun paling berat dari sebelumnya. Bril jadi sangat-sangat menghargai setiap detik yang terlewat sangking sibuknya. Daaan, sangat-sangat kangen komentar + kritik teman-teman yang habis baca fic ku− pakai banget!

Nah, ini dia fanfiction cast pairing Sulli-EXO (lagi). Awalnya aku pingin pairing IU-EXO, tapi entah kenapa akhir-akhir ini lebih suka Sulli 🙂 Kalau ada yang keberatan sama ini, aku minta maaf ya 😦 soalnya aku nulis untuk kepuasan, dan Sulli-EXO ini bikin aku puuuaaas 😀 😀

Aku kan lagi males pake photoshop, jadi aku bikin poster pakai app Paint. Hahaha, looks horrible tapi aku puas banget bisa nggambar itu 🙂

OKAY HAPPY NEW YEAR YAAA! HEHE

Advertisements

26 thoughts on “4 Episodes of Prom (1 of 3)

  1. baru pertama kali nemu kyungsoo jadi tuan muda XD gak kebayang sama sekali XD aku juga baru baca ff bergenre life learning…kayaknya seru deh…fighting thor!

  2. Waaaah do kyungsoo-ku (ku? -_-) jadi tuan muda? Walaaaaaah ga kebayang deh hha
    Btw aku masih belum nangkep ceritanya, mungkin karena baru chapter 1 kali ya (atau emang otakku aja yg berjalan dengan lambat? Haha)
    Oia bahasa yg kamu gunain ringan dan gak ngebosenin, enak dibaca.. Makanya aku sempet kaget tau tau ceritanya udah bersambung.
    Author jjang^^

  3. Banyakin fanfic f(exo) ya! aku shipper mereka, apalagi chansul. tapi sulsoo juga gapapa. Rada sebel sama Lime di sini. Tapi karakter dia kuat, jadi aku tambah suka:D Next 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s