Satu Menit ke Langit

Satu Menit ke Langit

 

aldebaran

 

Hei, ikut aku ke langit. Ayolah, cuma satu menit… Kau sudah tahu ‘kan, dunia ini terlalu rumit? Manusia jatuhkanmu dengan sengit, nanti hatimu bisa cekit-cekit.

Hei, ikut aku saja ke langit. Sudahlah, jangan lagi berkelit… Nanti tak perlu naik bukit lagi untuk melihat meteorid. King of Saxonyi akan menyambutmu dengan bercicit, bulan sabit akan menggodamu genit.

Hei, ikut aku ke langit. Percayalah, tak akan sulit… Di sana nyaman seperti dipijit, jadi kau bisa tunjukkanku tentang imaji yang ingin kau rakit.

Hei, ikut aku ke langit. Hah, langit tak akan menggigit… Tak akan lagi kau rasakan sempit, di sana dapat meraih mimpi tanpa berjinjit.

Hei…

Ikut aku ke langit. Tersenyumlah, tak akan sakit… Di sana, keelokan hanyalah sesumpit, dan kejayaan hanyalah sebesar kunyit. Kasihmu yang akan buatmu melejit.

1-a-TWP-BOTTOM-post-divider-branch1_zps68b0383b

A/N :

Hari ini harusnya aku hanya merasa capek akan padatnya jadwal kuliah, tapi ternyata aku juga ditakdirkan untuk merasa kecewa. Ah, capeknya jadi ngalahin tumpukan baju yang belum dicuci…

Dari dulu, aku selalu dikecewakan oleh hal yang sama : kata ‘terimakasih‘. Aku ngga tau apakah aku yang terlalu sensitif, atau apa…

 

Bingung aja, apa memang orang-orang tidak terbiasa mengucapkan terimakasih? Tidak terbiasa mengetahui tentang apa yang orang lain lakukan untuk kita? Tidak terbiasa membalas dengan sikap yang baik?

Memang sih, apa yang aku lakukan buat mereka bukanlah apa-apa, cuma secuil. Tapi perlu diketahui, aku hidup dari kata terimakasih (yeah, anggap aja begitu). Rasa terimakasih membuatku semakin semangat melakukan yang terbaik buat orang-orang yang aku sayangi, dalam kasus ini adalah teman-temanku. Dari satu kata itu, aku bisa tahu kalau aku masih bermanfaat bagi manusia lain dan masih ada yang mau menghargai pengorbananku. Saat “terimakasih, Brilli!” terdengar, rasanya pengorbanan yang kulakukan memang worth it.

Sayangnya, ada beberapa teman yang nggak peka tentang itu.  Dan, ya, aku kecewa.

Jadi buat siapa saja yang membaca tulisanku ini, ayolah… Bangun. Ini saatnya peka pada lingkungan, dan sudah saatnya mengapresiasi apa yang orang lain beri. Karena untuk memberi sesuatu, orang lain telah mengorbankan hal besar yang entah kau tau berapa juta kilo besarnya.

Kau membuang 100 kalori untuk mengucapkan terimakasih, tetapi itu adalah 10.000.000.000.000.000 kalori tambahan bagi mereka yang mendengarkan. Kata terimakasih adalah transfer semangat yang nggak terlihat. Percayalah, bilang ‘terimakasih’ nggak akan mengurangi kecantikanmu, bahkan lembar merah di dompetmu.

Advertisements

15 thoughts on “Satu Menit ke Langit

  1. Aku malah tertarik dengan kekecewaannya Bril tentang terimakasih, karena aku pun juga sering ngerasa gitu.
    Hmm… Bril ini selalu bisa bikin kata-kata yang enak buat dibaca ya. Aku suka, 🙂
    semangat kuliah Bril.. tetep semangat nulis juga…

  2. udah lama lama lamaaa banget ga main kemari dan duuuuh kak Brilli bahasamu lho kak, bagus banget, ringan, kena sekali, deh. ini pesannya juga kena banget! oh my god kak ternyata aku serindu ini sama tulisannya kak Bril lho, hihi. Gimana kabarnya, kak? Semangat terus ya kak, semoga sukses selaluuu!!

    1. nggak lama aja, tapi lama bangeeet. Jujur aja aku nunggu komentar kamu dan beberapa orang yang namanya sama-sama nabila. Nggak tau kenapa komentar kalian ini selalu berbobot dan mengandung unsur semangat gitu ((ah what is this)) makasih ya. Kamu juga semangat sekolahnya! Yang keren ya di sekolah! (?) 😀

  3. Hai kak Bril. Aku jarang-jarang nih berkunjung ke sini, hahaha
    Bahasanya enak banget kak, ringan. Pesannya juga kuat, agak sedikit nyentil kita yang emang suka jatuh-jatuhin orang dan punya sifat egois, hahaha.
    Wah, kangen lho, sama tulisannya kak Bril! Semangaaaaaat!!!

  4. Life is not about living, but understanding – Bu D
    You need to understand your friend’s “wishing list” to make your wishes granted – Bu D
    🙂

  5. “Tak akan lagi kau rasakan sempit, di sana dapat meraih mimpi tanpa berjinjit.”
    Ah, ini, ini yang bikin nyadar akan realita hidup… Dan emang yang bikin semangat hidup ya teman-teman yang mengerti kita :’)

  6. Sempat syedih Bril ngga ngepos ff *padahal kngen banget saa Escape!*
    Tapi puisi ini sudah lebih dari cukup untuk mengobati rasa rinduku 😀 keren Bril..
    Sabar ya btw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s